Studi Komposisi Telur

Sebuah laporan dalam American Journal od Clinical Nutrition (AJCN) edisi April 2008 menjelaskan kaitan antara tingginya konsumsi telur dan semua penyebab kematian, temuan tidak biasa sehingga para ilmuwan tidak dapat memberikan penjelasan. Para peneliti, Djouss dan Gaziano, menganalisis data dari Physicians Health Study I yang diikuti dokter-dokter laki-laki selama periode 20 tahun.

Faktanya, orang dewasa sehat terus menikmati telur sebagai bagian diet seimbangnya dan temuan tidak cukup kuat untuk menyarankan orang-orang mengubah diet mereka. Pada studi epidemiologi, tidak ditunjukkan sebab dan akibat dan ada kelemahan di dalamnya. Para ilmuwan tidak mengendalikan berbagai faktor termasuk asupan makanan dan nutrisi termasuk lemak jenuh. Sebagai tambahan, konsumen telur menunjukkan gaya hidup lain dan pola diet yang berkaitan dengan risiko peningkatan kesehatan. Dalam edtorial penyertanya, Dr. Robert Eckel, wakil ketua Committee on Cardiovascular and Metabolic Disease, berkomentar bahwa studi ini kurang informasi diet secara detail sehingga dapat mengacaukan interprestasi, seperti pola asupan diet lemak jenuh dan lemak bentuk trans. Bebrapa orang yang makan telur banyak sering mengkonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi lemak jenuh.

Sebagai tambahan, para ilmuwan tidak mengomentari tingkat kontrol diabetes. Kontrol diabetes jelek berkaitan dengan peningkatan risiko banyak penyakit kronik yang juga berefek mematikan. Lagipula, sulit mengeneralisir temuan ini pada populasi umum karena sampel didasarkan pada dokter-dokter pria seluruhnya yang mempunyai tingkah laku berbeda dengan populasi umum.

Titik paling kredibel dari studi ini adalah para ilmuwan menunjukkan tidak adanya hubungan antara konsumsi telur dengan risiko kardiovaskular. Hal ini konsisten dengan penelitian komprehensif 30 tahun terakhir yang seluruhnya menunjukkan bahwa orang dewasa sehat dapat menikmati telur tanpa berdampak signifikan pada risiko penyakit jantung. American Heart Association (AHA) menyetujui bahwa telur sesuai pedoman sehat jantung ketika kolesterol dari sumber lain dibatasi. Konsumsi telur tidak berdampak signifikan pada rasio LDL:HDL, salah satu indikator terbaik yang diketahui dan secara ilmiah untuk risiko penyakit jantung.

Orang dewasa sehat harus terus menikmati telur untuk meningkatkan asupan nutrisi menguntungkan buat mereka. Satu telur termasuk kuningnya mempunyai 13 vitamin dan mineral esensial, protein mutu tinggi, lemak tak jenuh sehat dan antioksidan, hanya sebanyak 70 kalori

sumber: kalbe.co.id

No comments: