Cara Menghitung Tinggi Badan Maksimum

Cara pertama
TA: Tinggi Ayah dalam cm; TI: Tinggi Ibu dalam cm
Pria = ( ( TA + 12.7 ) + TI ) : 2   cm
Wanita = ( ( TA - 12.7 ) + TI ) : 2 cm
Contoh:
Tinggi ayah : 169 cm; Tinggi ibu : 158 cm 
Tinggi Badan Pria : ((169 + 12.7) + 158) : 2  = 169,85 cm
Cara kedua
  • Tinggi Ayah = F cm (inches)
  • Tinggi Ibu = M cm (inches)
  • Tinggi Kakek dari Ayah = FF cm (inches)
  • Tinggi Kakek dari Ibu = FM cm (inches)
  • Tinggi Nenek dari Ayah = MF cm (inches)
  • Tinggi Nenek dari Ibu = MM cm (inches)

Rumus Tinggi pria (dengan ketepatan 95%)
Tinggi maksimum Anda dalam cm (inches) =
(F + M + FF + FM + MF + MM) / 6 * 1.08 + 8.8 cm (3.5 inches)
Rumus Tinggi Wanita (dengan ketepatan 95%)
Tinggi maksimum Anda dalam cm (inches) =
(F + M + FF + FM + MF + MM) / 6 * 1.08 + 14 cm (5.5 inches)

Stroberi dan kanker esofagus


Data baru menunjukkan bahwa makan stroberi dapat membantu mencegah timbulnya kanker esophagus dan mungkin menjadi alternatif alami untuk kemoprevensi. Hasil awal, yang disajikan pada Pertemuan Tahunan ke-102 American Association for Cancer Research, menunjukkan bahwa setelah mengkonsumsi stroberi selama 6 bulan, 29 dari 36 peserta dengan lesi displastik kerongkongan mengalami penurunan derajat histologisnya. "Kami menemukan bahwa 6 bulan konsumsi stroberi dapat menurunkan derajat keganasan lesi prakanker," kata pemimpin penulis Tong Chen, MD, PhD, asisten profesor, Bagian onkologi medis, The Ohio State University, Columbus. "Kami juga menemukan bahwa stroberi beku-kering dapat mengurangi beberapa peristiwa molekuler kanker terkait, sehingga mungkin ada manfaat untuk kanker jenis lain juga,"

Walaupun temuan ini sangat menjanjikan, Dr Chen memperingatkan bahwa ini adalah data awal dan bahwa temuan perlu direplikasi dalam jumlah besar percobaan acak terkontrol plasebo. Tapi stroberi aman, tersedia, murah, dan merupakan sumber yang baik dari sejumlah vitamin dan mineral. "Jadi untuk saat ini," kata Dr Chen, "aku akan mengatakan bahwa makan stroberi dapat membantu orang-orang berisiko tinggi untuk kanker esofagus melindungi diri dari penyakit." Para agen penyebab penting dari karsinoma sel skuamosa kerongkongan adalah karsinogen nitrosamin, yang hadir dalam tembakau, diet asap, dan kondisi asam lambung, catatan para penulis, serta di antara nitrosamine adalah N-nitrosomethylbenzylamine (NMBA).

Sebuah penelitian praklinis, Dr Chen dan rekan-rekannya menggunakan model kanker esofagus yang diinduksi oleh NMBA pada tikus untuk mengidentifikasi agen kemopreventif putatif, termasuk produk makanan alami seperti stroberi. Mereka menemukan bahwa stroberi beku-kering secara bermakna menghambat pembentukan tumor pada tikus dengan menghambat metabolisme NMBA dan mengurangi laju pertumbuhan sel pre-maligna. Atas dasar temuan ini sebelumnya, penulis melakukan tahap uji coba 1b dalam kohort orang dewasa dengan lesi displastik esofagus di daerah berisiko tinggi untuk kanker kerongkongan. Penelitian dilakukan di China, Dr Chen menjelaskan, karena China memiliki insiden kanker esophagus tertinggi di dunia, dan diperkirakan sekitar 50% kasus kanker esofagus terjadi di China.

Omega-3 Dan Omega-6 Bermanfaat Untuk ADHD

Lebih dari 80% anak yang menderita Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) di Amerika mendapatkan terapi dengan stimulan seperti halnya methylphenidate. Meskipun efektivitas obat ini cukup baik, namun terdapat efek samping yang bermakna diantaranya menurunnya nafsu makan, insomnia, gangguan pertumbuhan dan iritabilitas.

Meskipun penyebab dari ADHD belum jelas, para ahli memperkirakan adanya faktor diet seperti kurangnya konsumsi berbagai jenis PUFA diperkirakan berkontribusi dalam ADHD. Penurunan kadar PUFA plasma telah dilaporkan pada anak yang menderita ADHD, dan pada studi memperkirakan terjadinya pemecahan omega-3 akibat dari adanya stress oksidatif yang meningkat. Penemuan ini menimbulkan hipotesis bahwa kurangnya asam lemak tertentu dapat mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan atau memperberat ADHD.

Dari studi yang bertujuan untuk menilai manfaat pemberian omega-3 dan omega-6 terhadap anak yang menderita ADHD. Studi yang dilakukan oleh Johnson M., dkk. dan telah dipublikasikan dalam Journal of Attention Disorders ini dilakukan dengan disain penelitian acak, tersamar-ganda, kontrol plasebo dan melibatkan sebanyak 75 anak dengan ADHD. Subyek dikelompokan, yaitu: kelompok yang mengkonsumsi suplemen n-3/n-6 dengan dosis 6 tablet per hari dan kelompok yang mendapatkan plasebo. Terapi diberikan selama 6 bulan, dan pada 3 bulan terakhir kelompok dengan plasebo juga diberikan suplemen n-3/n-6.

Pengamatan dilakukan sebelum diberikan terapi, 3 bulan dan 6 bulan setelah dimulainya terapi dengan menggunakan Attention Deficit Hyperactivity Disorder rating scale IV – Parent version (ADHD-RS-IV) dan Clinical Global Impression (CGI). dari studi tersebut menunjukkan bahwa terdapat penurunan total skor, skor gangguan perhatian dan hiperaktivitas yang bermakna pada kelompok yang mendapatkan suplementasi omega-3 dan omega-6 dibandingkan plasebo pada 3 bulan pertama. (26% pada kelompok yang mendapatkan omega-3 dan omega-6) mengalami kemajuan dengan skor ADHD-RS-IV yang meningkat lebih dari 25%) (p=0,02). Pada akhir studi, 47% partisipan mengalami penurunan gejala dan 7 partisipan (12%)diantaranya mengalami penurunan gejala hingga lebih dari 50%. Partisipan yang mengalami penurunan lebih banyak pada pasien dengan subtipe inattentive dibandingkan pasien dengan subtipe campuran.

Pemberian suplemen n-3/n-6 berpotensi dalam mengurangi gejala pada pasien dengan gangguan perhatian dan hiperaktivitas khususnya pada subtipe inattentive (gangguan perhatian).