Likopen dan sperma

Pigmen berwarna merah yang kaya dengan kandungan antioksidan dan mampu menangkal penyakit degeneratif, juga punya manfaat lain buat kaum pria. Selain menangkal kanker prostat, likopen dapt membuat cucu adam lebih perkasa dalam hal seks.

Percaya tidak, sesungguhnya pria tidak memerlukan obat kuat untuk mendongkrak gairah seksual? Masyarakat juga tidak perlu khawatir lagi dengan berbagai macam penyakit kanker. Langkah mudah yang perlu dilakukan hanyalah meningkatkan konsumsi buah-buahan berwarna merah secara teratur. Dengan cara demikian, hidup sehat dan bahagia bukanlah sekadar
impian.

Buah-buahan berwarna merah seperti tomat, semangka, jambu biji, pepaya merah, stroberi, jeruk bali merah, dan delima merah merupakan buah-buahan yang mudah kita temukan dalam kehidupan sehari hari. Tomat dapat dengan mudah kita temui pada berbagai menu makanan yang ditawarkan di berbagai restoran, yaitu dalam bentuk jus, sup, lalap, sambal, dan lain-lain. Bahkan, ketika memesan nasi goreng di kaki lima pun, tomat seringkali disajikan sebagai pemanis sajian.

Demikian pula dengan pepaya, semangka, jambu biji, jeruk bali merah, ataupun delima merah, dapat dengan mudah dibeli dari tukang buah atau tukang rujak. Bila jalan-jalan ke Puncak, buah stroberi merupakan salah satu makanan favorit yang dapat dengan mudah kita temui. Siapa sangka kandungan likopen yang terkandung di dalamnya sangat bermanfaat bagi
kesehatan?

Likopen merupakan pigmen karotenoid yang membawa warna merah. Pigmen ini termasuk ke dalam golongan senyawa fitokimia yang mudah ditemui pada tomat dan buah-buahan lain yang berwarna merah. Selain itu, pigmen ini juga terdapat di dalam darah manusia, yaitu 0,5 mol per liter darah. Nama likopen diambil dari spesies tomat, yaitu Solanum lycopersicum.

Likopen mempunyai rumus kimia C40H56 yang terdiri dari banyak ikatan rantai ganda yang saling berkonjugasi. Setiap ikatan rantai ganda mereduksi jumlah energi yang diperlukan untuk elektron bertransisi ke tingkat energi yang lebih tinggi, sehingga molekul dapat
menyerap sinar tampak pada gelombang yang lebih panjang. Hal itulah yang menyebabkan likopen dapat menghasilkan warna merah. Warna merah ini dapat tereduksi bila likopen teroksidasi akibat proses pemanasan atau reaksi dengan asam.

Antikanker

Beberapa tahun terakhir, likopen telah menarik perhatian para ilmuwan pangan karena diduga bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit kanker, terutama kanker prostat. Selain itu, likopen diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas seks.
Sebuah penelitian yang melibatkan 473 pria yang dilakukai di Universitas Yale menunjukkan fakta bahwa pria yang bebas kanker prostat memiliki lebih banyak kadar likopen di dalam darahnya dibandingkan mereka yang menderita kanker. Penelitian yang sama juga pernah dilakukan di Universitas Harvard pada tahun 2002 yang membuktikan bahwa laki-laki yang mengonsumsi likopen dalam jumlah banyak memiliki risiko penyakit kanker lebih rendah khususnya kanker prostat.

Dr. William Dahut dari Institut Kanker Nasional AS menyatakan bahwa konsumsi tiga buah tomat seminggu dapat mencegah kanker prostat. Hasil epidemiologi oleh Giovannucc (1999) melaporkan bahwa konsumsi likopen dalam jumlah besar dapat mereduksi kanker prostat hingga 21 persen, sedangkan konsumsi tomat dan produk tomat yang mengandung 82 persen likopen
dapat mereduksi kanker prostat 35 persen.

Selain kanker prostat, kopnsumsi likopen juga dapat mereduksi berbagai jenis kanker lain. Sebuah studi di Iran seperti yang dilaporkan Cook et al (1979) menunjukkan bahwa konsumsi likopen dapat mereduksi 39 persen kanker esofagus pada laki-laki.
De Vet HC et al (199I) melaporkan bahwa wanita yang mengonsumsi tomat minimal tiga buah dalam seminggu memiliki risiko terkena kanker tulang tengkuk 40 persen lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsinya. Helzlsouer et al (1996) melaporkan bahwa konsumsi 7,4 persen risiko kanker rahim.

Likopen juga dilaporkan dapat mengatasi kanker lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Kehadiran likopen sangat bermanfaat untuk menghambat oksidasi yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Menurut Atanasova (1997), likopen juga dapat menghambat pembentukan Nnitrosamin penyebab kanker perut.

Konsumsi likopen diyakini juga dapat meningkatkan kualitas seks. Likopen diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki struktur sperma, dan meningkatkan agresivitasnya. Dengan demikian, likopen otomatis dapat meningkatkan fertilitas seorang pria. Sebuah penelitian yang dilakukan di India terhadap 30 pasangan yang tidak subur membuktikan bahwa konsumsi likopen sebanyak 20 mg selama 3 bulan secara terus-menerus dapat meningkatkan jurnlah sperma sebanyak 67 persen, memperbaiki struktur sperma sebanyak 63 persen, dan meningkatkan kecepatan sperma 73 persen.

Menurut All India Institute of Science New Delhi (2002), likopen merupakan salah satu dari 650 jenis karotenoid yang secara normal terdapat dalam konsentrasi tinggi pada testis. Jika konsentrasi rendah, pria akan mudah mengalami ketidaksuburan.
Likopen juga sangat bermanfaat bagi para lanjut usia (lansia). Likopen dapat mempertahankan fungsi mental dan fisik para lansia. Setelah masuk ke dalam aliran darah, likopen akan menangkap radikal bebas pada sel-sel tua dan memperbaiki sel-sel yang telah
mengalami kerusakan.

Antioksidan

Struktur likopen sangat mendukung potensinya sebagai antioksidan. Struktur kimia likopen sangat berbeda dengan jenis karoteniod pada umumnya. Struktur likopen tidak dapat dikonversi menjadi vitamin A dan diketahui lebih efisien dalam menangkap radikal bebas
dibandingkan dengan karetonoid lain.

Likopen juga diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dua kali lebih kuat dibandingkan betakaroten dan sepuluh kali lipat lebih kuat dibandingkan vitamin E. Jadi reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik daripada vitamin A, C, E, maupun mineral
lainnya.

Giovannucci (1999) melaporkan bahwa likopen sangat baik untuk perokok ringan ataupun perokok pasif. Asap rokok diketahui mengandung NO cukup tinggi. NO dapat bereaksi dengan oksigen membentuk radikal N02 yang sangat berbahaya. Kehadiran likopen secara in vitro sangat efektif untuk melindungi limfosit dari radikal betas N02 (Bohm et al, 1995).

Dr. Ida Gunawan, MS, dari FKUI juga melaporkan bahwa konsumsi likopen dapat memperbaiki 43,2 persen DNA leukosit yang rusak akibat merokok. Dr. Ida juga mengungkapkan bahwa konsumsi 350 gram likopen per hari dapat memperbaiki 50 persen DNA yang rusak sehingga dapat mencegah berbagai penyakit seperti serangan jantung, kanker, impotensi, dan gangguan kehamilan.

Atasi Diabetes

National Health and Nutrition Examination Survey (Survei Pemeriksaan Gizi dan Kesehatan Nasional (AS) meneliti pengaruh makanan kaya karotenoid terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus. Penelitian melibatkan 1.010 orang sehat, 277 orang pengidap pra-diabetes yang mengalami gangguan toleransi glukosa, dan 148 orang pengidap diabetes. Setiap responden diambil darahnya dan diukur kadar kelima macam karotenoidnya, yaitu alfakaroten, betakaroten, lutein-zeaxantin, kriptoxantin, dan likopen.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa di antara kelima zat karotenoid tersebut selain alfakaroten, likopen termasuk yang paling dominan pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Dibandingkan orang sehat dengan kadar gula normal, kadar likopen pengidap pra-diabetes 7 persen lebih rendah, sedangkan kadar likopen penderita diabetes 17 persen lebih rendah.

Sejumlah penelitian lain juga menghasilkan fakta bahwa kadar likopen dalam darah berpengaruh terbalik terhadap kadar gula darah. Artinya, semakin rendah kadar likopen darah, kecenderungan terjadi lonjakan kadar gula darah menjadi semakin mudah atau
sebaliknya. Likopen memengaruhi resistensi hormon insulin, sehingga toleransi tubuh terhadap glukosa meningkat.

Dengan meningkatkan konsumsi likopen, kelebihan kadar gula darah lebih mudah ditanggulangi. Dengan demikian, likopen dapat mencegah terjadinya diabetes melitus, yang belakangan ini merupakan Penyakit yang kian marak di Indonesia.

Tidak Mudah Rusak

Sebagai antioksidan, likopen mempunyai keunggulan yang sangat luar biasa. Selain etektivitasnya yang jauh lebih balk dibanding antioksidan lain, likopen tahan terhadap proses pemasakan dan tidak cepat rusak. Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen
Pertanian Amerika Serikat menunjukkan bahwa kandungan likopen pada tomat rebus tidak jauh
berbeda dengan tomat segar.

Tubuh manusia akan mampu menyerap likopen lebih banyak pada tomat yang mengalami proses pengolahan. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tomat yang dihancurkan atau dimasak mengandung likopen lebih banyak dibandingkan tomat mentahnya. Kandungan likopen(mikrogram per 100 gram) pada berbagai produk tomat, yaitu: 3.700 pada tomat masak mentah,
6.200 pada saus tomat, dan 5.000-11.600 pada jus tomat.

Riset yang dilakukan oleh Stahl dan Sies (2003) menunjukkan bahwa likopen dalam jus tomat yang telah melalui proses pemanasan lebih banyak diserap dibandingkan dengan jus tomat yang tidak diolah. Konsumsi jus tomat yang sudah dimasak pada medium minyak akan menghasilkan kenaikan konsentrasi likopen dalam darah sekitar dua sampai tiga kali lipat
dibandingkan yang mentah. Sebaliknya, konsumsi jus tomat yang tidak diproses dalam jumlah sama tidak menyebabkan peningkatan konsentrasi likopen.

Proses pemasakan, pemotongan, ataupun pencincangan dapat mempertinggi ketersediaan biologis likopen dengan cara memecah dinding-dinding sel yang kukuh menjadi bagian-bagian yang lebih siap pakai, sehingga membuat likopen lebih mudah diambil.

Dr. Ida Gunawan, MS, dari FKUI menyarankan konsumsi tomat sebanyak 400-600 gram per hari. Cara terbaik yang disarankan untuk mendapatkan manfaat likopen secara maksimal adalah dengan mengukus tomat sekitar 5-10 menit hingga kulit luarnya terkelupas.

Tujuannya supaya matriks yang menempel pada kulit luar itu terlepas. Dengan demikian, likopen yang terikat dengan matriks bisa dilepaskan secara mudah. Setelah dikukus, tomat diblender kurang lebih 2,5 menit dan siap untuk disajikan. Likopen akan lebih baik bila dikonsumsi bersama lemak yang cukup untuk membantu penyerapannya mengingat likopen
bersifat larut di dalam lemak.

Giovannucci (1999) melaporkan bahwa efektivitas likopen pada tomat maupun buah-buahan lain yang berwarna merah, jauh lebih baik daripada suplemen likopen. Hal itu disebabkan oleh mekanisme sinergi dengan komponen-komponen lain pada buah-buahan, seperti vitamin A dan Vitamin C.

Omega-3 pada seafood akan meningkatkan efektivitas dari likopen itu sendiri. Sebagai fitokimia, likopen juga tidak memiliki sifat toksik, sehingga aman dikonsumsi tanpa menimbulkan efek samping.

Mudah Didapat, Harganya pun Murah

Tiga besar yang merupakan sumber utama likopen adalah tomat, semangka, dan jambu biji. Ketiga buah kaya dengan likopen ini mudah didapat dan harganya pun tergolong murah.

Buah tomat merupakan salah satu buah-buahan yang kaya akan likopen, yakni sekitar 56,6 persen dari total karotenoidnya. Bahkan, beberapa jenis tomat tertentu ada yang mengandung likopen hingga 82 persen dari total karotenoidnya.Semangka juga merupakan buah yang kaya akan likopen, yaitu sekitar 4.100 mikrogram per 100 gram daging buah. Selain itu, likopen juga dapat bersinergi dengan vitamin C dan betakaroten untuk melawan berbagai jenis kanker.

Jambu biji juga memiliki kandungan likopen yang tinggi, yaitu mencapai 5.200 mikrogram per 100 gram buah. Ciri-ciri jambu biji yang kaya akan likopen adalah daging buahnya berwarna merah, berbiji banyak, dan memiliki rasa yang manis.

Kandungan likopen pada jeruk bali juga cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Likopen bersinergis dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, yaitu bersama-sama berperan sebagai antioksidan.

Likopen pada prinsipnya merupakan pigmen yang berwarna merah kekuningan. Selain pada buah-buahan, likopen juga banyak terdapat pada sayuran (seperti wortel) maupun daging yang berwarna merah kekuningan, seperti kerang-kerangan, lobster, dan ikan salmon.


Sumber: Senior

Comments